Header Ads

Header ADS

GAS MELON LINTAS WILAYAH DISOROT: KOALISI BONGKAR DUGAAN PENYIMPANGAN DISTRIBUSI LPG DI KOTA SERANG


Berawal dari Pangkalan Diduga Jual di Atas HET, Penelusuran Koalisi Temukan Dugaan Pasokan Kabupaten Masuk ke Agen Kota

SERANG, BANTEN – Pewarnas.Net Distribusi LPG 3 kilogram bersubsidi di Kota Serang kembali menjadi sorotan. Persoalan yang awalnya bermula dari dugaan penjualan LPG di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) di salah satu pangkalan wilayah Link Marga Luyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang  kini berkembang menjadi temuan yang jauh lebih serius.

Koalisi Pemerhati Penegakan Hukum Provinsi Banten menyatakan telah melakukan penelusuran setelah laporan mengenai dugaan penjualan LPG di atas HET dinilai tidak mendapatkan tindak lanjut yang memadai dari pihak agen.

Dari penelusuran tersebut, Koalisi mengaku menemukan sejumlah indikasi yang menurut mereka layak diperiksa secara menyeluruh, termasuk dugaan **masuknya pasokan LPG yang diperuntukkan bagi wilayah Kabupaten Serang ke lingkungan agen yang beroperasi di wilayah Kota Serang.

Agen yang menjadi sorotan adalah **PT. Sumbu Sinar Pelaju**, beralamat di Jalan Raya Serang–Jakarta, RT 01/RW 13, Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.

Salah satu temuan yang kini dipersoalkan Koalisi adalah ditemukannya sejumlah tutup segel berwarna putih, yang menurut informasi dan pengamatan lapangan Koalisi berkaitan dengan LPG wilayah Kabupaten Serang.

Sementara itu, Koalisi menyebut terdapat perbedaan identifikasi warna segel dengan LPG yang beredar untuk wilayah Kota Serang, yang mereka temukan menggunakan warna hijau.

Perbedaan tersebut tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran. Namun, menurut Koalisi, keberadaan tabung dengan identifikasi wilayah berbeda di lokasi agen menjadi alasan kuat untuk meminta **audit asal-usul pasokan dan pencocokan dengan dokumen pengiriman

Pertanyaan sederhananya: dari mana LPG tersebut berasal, siapa yang mengirim, berdasarkan dokumen apa, berapa jumlahnya, dan ke pangkalan mana LPG tersebut kemudian disalurkan?


Koalisi meminta seluruh rantai tersebut dibuka dan diperiksa.

Tidak berhenti pada persoalan asal pasokan, Koalisi juga mengaku menemukan pendistribusian LPG menggunakan kendaraan jenis **losbak**.

Koalisi mempertanyakan apakah kendaraan tersebut telah memenuhi seluruh persyaratan keselamatan, kelayakan, dan ketentuan yang berlaku untuk pengangkutan LPG.

BPH Migas sendiri dalam pengawasan distribusi energi menekankan pentingnya pengawasan terhadap rantai penyaluran dan melakukan verifikasi lapangan sebagai bagian dari mekanisme pengawasan. ([JDIH BPH Migas][1])

Karena itu, Koalisi meminta persoalan armada tidak berhenti pada pemeriksaan administratif, tetapi dilakukan **pemeriksaan fisik kendaraan dan dokumen pengangkutannya.

Koalisi juga menemukan dugaan penyaluran kepada pangkalan yang dinilai perlu diverifikasi kesesuaiannya dengan wilayah, alokasi dan SOP distribusi.

Menurut Koalisi, pemeriksaan terhadap agen tidak akan lengkap apabila hanya melihat gudang atau kendaraan. **Seluruh jaringan distribusinya harus ditelusuri dari hulu sampai konsumen.**

Mulai dari surat jalan, jumlah tabung keluar, tujuan pengiriman, pangkalan penerima, volume penyaluran, hingga harga jual kepada masyarakat harus dicocokkan.

BPH Migas menyebut pengawasan dapat dilakukan berdasarkan pengaduan masyarakat dan sumber informasi lainnya serta mencakup verifikasi lapangan. ([JDIH BPH Migas][1])

Koalisi menegaskan bahwa temuan tersebut bukan sekadar berdasarkan informasi dari mulut ke mulut.

Koalisi menyatakan telah memiliki **rekaman video, foto, dan dokumentasi lapangan** yang akan digunakan sebagai bahan pengaduan dan permintaan pemeriksaan kepada instansi terkait.

Kami memiliki dokumentasi video dan foto. Kami siap membuka dan menyerahkannya kepada pihak yang berwenang untuk diperiksa. Kami tidak ingin membuat tuduhan tanpa dasar. Justru kami meminta semua bukti tersebut diuji melalui pemeriksaan resmi,” tegas Koordinator Koalisi.

Menurutnya, persoalan ini harus dilihat sebagai persoalan tata kelola distribusi LPG bersubsidi, bukan semata-mata persoalan satu pangkalan.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.