Header Ads

Header ADS

Proyek revitalisasi di SMPN 2 Tunjung Teja Diduga Semberono, Pekerja Tak Pakai APD dan Material Tak Sesuai Spesifikasi

 



Kabupaten Serang pewarnas.net proyek pembangunan revitalisasi SMPN 2 Tunjung Teja di Kecamatan Tunjung Teja menuai sorotan tajam dari LSM Pasalnya, proyek yang dibiayai oleh uang negara tersebut diduga dikerjakan asal-asalan dan mengabaikan standar keselamatan kerja.



Berdasarkan pantauan di lapangan diperkirakan tidak sesuai spesifikasi untuk bangunan Selain itu, semen yang digunakan di lokasi adalah Semen Rajawali, yang umumnya dikenal sebagai semen non-struktural atau untuk pengerjaan finishing, bukan untuk struktur utama bangunan bertingkat.



Tak hanya masalah materi, keselamatan para pekerja juga diabaikan. Mayoritas buruh bangunan terlihat bekerja tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm keselamatan, sepatu bot, maupun rompi pengaman.


Padahal pekerjaan konstruksi memiliki risiko kecelakaan kerja yang tidak bisa dianggap remeh


APBN adalah uang rakyat. Rp1 miliar lebih bukan angka kecil. Spesifikasi bukan formalitas, K3 bukan pajangan, dan pengawasan bukan sekadar tanda tangan

Tegasnya ketua LSM menerangkan kepada media.


Berdasarkan hasil konfirmasi awak media di lapangan, ditemukan sejumlah ukuran besi yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang disampaikan pihak P2SP.



Pada pekerjaan rehabilitasi besi saat diukur menggunakan alat sigmat disebut sekitar 7,3 mm, sementara spesifikasi yang disampaikan Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) seharusnya 10,mm 




Besi cincin pada bagian tersebut juga diduga berukuran sekitar 6,8 mm, sedangkan spesifikasi yang disebutkan

 8 mm.



Menyanggapi hal ini, LSM KPK PAN-RI menyatakan mengecewakannya. "Ini bangunan sekolah untuk anak-anak. Kalau besi dikurangi dan kualitas air mani tidak sesuai untuk struktur, bangunan terancam roboh dan membahayakan nyawa," katanya, 


Ketua LSM juga mendesak Inspektorat dan instansi pengawas terkait turun melakukan pemeriksaan teknis dan administrasi terhadap proyek tersebut



Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi tersebut.


(Asep.)

No comments

Powered by Blogger.