Rakorda 2026 Perkuat Sinergi Program Bangga Kencana untuk Wujudkan Banten Maju dan Indonesia Emas 2045
Serang, — Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Banten menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026 di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (01/04/2026).
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi lintas sektor, menyelaraskan kebijakan, serta merumuskan langkah konkret percepatan pembangunan keluarga di Provinsi Banten.
Rakorda 2026 merupakan agenda penting dalam mengevaluasi capaian Program Bangga Kencana Tahun 2025 sekaligus menyusun arah kebijakan dan rencana tindak lanjut (RTL) yang terintegrasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Kegiatan ini dihadiri Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Gubernur Banten, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan kementerian/lembaga, mitra strategis, kepala OPD KB kabupaten/kota, serta tenaga lini lapangan.
Mengusung tema “Transformasi Kemendukbangga Mendukung Banten Maju dan Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”, Rakorda menegaskan komitmen bersama dalam mendorong transformasi pembangunan keluarga sebagai fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berdaya saing.
Pelaksanaan Rakorda dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan bonus demografi yang masih menjadi peluang strategis bagi Indonesia, sekaligus sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (aging population). Di sisi lain, berbagai tantangan pembangunan seperti penurunan stunting yang belum merata, kualitas pengasuhan anak, serta akses layanan kesehatan dan gizi masih memerlukan perhatian serius melalui pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut juga ditekankan pentingnya implementasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) sebagai turunan dari Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK). PJPK memuat target capaian dan rencana aksi (Renaksi) lima tahunan yang menjadi acuan strategis pembangunan kependudukan di daerah.
Pemerintah Provinsi Banten bersama seluruh pemerintah kabupaten/kota telah menyusun Dokumen PJPK Tahun 2025 sebagai landasan arah pembangunan yang terukur, terarah, dan selaras dengan kebijakan nasional.
Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN mendorong penguatan implementasi sejumlah program prioritas, antara lain Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), SIDAYA (Lansia Berdaya), serta pemanfaatan teknologi melalui aplikasi konsultasi dan pendampingan keluarga berbasis kecerdasan artifisial.
Program Makan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (MBG 3B) juga menjadi intervensi strategis dalam percepatan penurunan stunting berbasis keluarga.
Rakorda ini juga dimanfaatkan sebagai ruang diskusi dan konsolidasi guna memperkuat komitmen lintas sektor dalam peningkatan kualitas keluarga, kesehatan ibu dan anak, serta pengendalian penduduk. Berbagai praktik baik dan inovasi daerah turut diidentifikasi untuk direplikasi secara lebih luas.
Dari pelaksanaan Rakorda ini diharapkan lahir rekomendasi strategis serta rencana tindak lanjut yang terukur dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas keluarga di Provinsi Banten.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh mitra kerja, Rakorda 2026 diharapkan mampu mempercepat transformasi Program Bangga Kencana sebagai fondasi utama dalam mewujudkan keluarga berkualitas, Banten Maju, serta Indonesia Emas 2045.
( Red- Debo )


No comments