Header Ads

Header ADS

Silaturahmi ke Kediaman Ketua, Kelompok Tani Karya Bakti Cijeruk Sampaikan Kendala BBM dan Alat Berat

 




*SERANG* — Suasana keakraban dan kekeluargaan terjalin saat melakukan silaturahmi ke kediaman Ketua Kelompok Tani Karya Bakti Cijeruk, Kecamatan Kibin, Kota Serang, pada Sabtu, 12 September 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah diskusi langsung antara pengurus kelompok tani dengan masyarakat, untuk menyerap aspirasi serta kendala yang dihadapi petani di lapangan.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Kelompok Tani Karya Bakti Cijeruk, *Bapak Yadi*, menyampaikan dua persoalan utama yang saat ini sangat dirasakan anggotanya.

*Pertama*, terkait kesulitan pengurusan surat perizinan BBM subsidi. Para petani meminta agar prosesnya dipermudah dan jangkauan distribusinya diperluas, sehingga solar untuk operasional mesin pertanian seperti traktor dan pompa air bisa lebih mudah diakses.

*Kedua*, terkait keterbatasan alat berat. Alat yang saat ini dimiliki kelompok dinilai belum memadai untuk mengerjakan guludan lahan. Karena itu kelompok mengajukan permohonan penambahan alat berat guna mendukung kegiatan pertanian.

“Kami sangat berterima kasih sudah disilaturahmi. Saat ini petani paling terkendala di solar. Harganya naik, kuotanya susah didapat. Selain itu kami juga mohon bantuan alat berat ditambah, karena alat yang sekarang tidak bisa buat guludan,” ujar Pak Yadi.


Ia menambahkan, Kelompok Tani Karya Bakti Cijeruk saat ini membina puluhan petani dengan luas lahan garapan mencapai 4 hektar. Menurutnya, dengan dukungan alat dan akses BBM yang memadai, produktivitas dan hasil panen petani dipastikan bisa meningkat.

Menanggapi hal itu, perwakilan yang hadir dalam silaturahmi menyatakan akan menampung seluruh masukan.  

“Kami mencatat semua masukan dari Pak Yadi dan anggota. Soal solar dan alat berat ini akan kami koordinasikan dengan Dinas Pertanian dan pihak terkait agar bantuan bisa segera disalurkan,” jelasnya.

Kegiatan silaturahmi ditutup dengan ramah tamah dan dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lahan milik Ketua Kelompok Tani Karya Bakti Cijeruk.

Diharapkan melalui komunikasi yang intens antara kelompok tani, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, permasalahan petani dapat segera dicarikan solusi. Hal ini diyakini akan memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kibin dan sekitarnya.(ihwanudin)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.