Proyek Pembangunan di SD negeri gowok Diduga Tak Sesuai Spesifikasi dan Abaikan Standar K3
Kota Serang - pewarnas.net Proyek pembangunan fasilitas di SD negeri gowok menuai kritik tajam dari aktivis Pasalnya, pengerjaan proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan mengabaikan keselamatan kerja para pekerja di lapangan.
Proyek revitalisasi ini berlokasi di SD Negeri Gowok, Kec. Curug, Kota Serang, Banten, dengan nilai dana bantuan mencapai Rp 1.406.710.361 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan ini mencakup revitalisasi satuan pendidikan dan diawasi oleh Kejaksaan, dengan jangka waktu pelaksanaan selama 120 hari (Juli - Oktober 2026).
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi terlihat para pekerja melakukan aktivitas tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) wajib seperti helm proyek, sepatu pelindung, maupun rompi keselamatan.
Selain masalah keselamatan, beberapa bagian fisik bangunan juga menunjukkan kualitas yang diduga tidak sesuai standar hasil pengecekan menggunakan alat sigmat, besi tihang yang seharusnya berukuran 12 mm, saat diukur hanya mencapai sekitar 102 mm, besi cincin seharusnya 8 mm, saat diukur hanya
74 mm, dan semen yang digunakan bermerek semen rajawali.
Dan tidak hanya itu saja di proyek tersebut tidak ada pembatasan garis polisi/police line) Kontraktor wajib memasang pagar pengaman proyek (bukan sekadar garis polisi/police line) untuk memisahkan area kerja dari publik, terutama di lingkungan sekolah yang penuh dengan anak-anak. Kelalaian ini merupakan pelanggaran serius terhadap Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) yang dapat berujung pada sanksi administratif.
Media berupaya mencoba melakukan konfirmasi kepada kepala sekolah SD negeri gowok terkait upah pekerja dan penggunaan material besi dan garis pembatas police line dalam proyek revitalisasi tersebut.
Kalaw besi kita menggunakan besi ukuran 12 mm, cincin ukuran 8 mm, kalau soal upah pekerja ada yang 140 dan 150 kalow pekerja orang di sini kalow garis Pembatasan belum ada kami lagi pesan di online solnya di tempat fotokofi gak ada pak ucapnya. Senin 07/27/2026.
Media dan aktivis berharap pihak terkait, baik dinas, konsultan pengawas, maupun aparat penegak hukum segera turun melakukan pemeriksaan langsung guna memastikan proyek revitalisasi sekolah berjalan sesuai spesifikasi teknis, transparan, dan tidak merugikan negara.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi tersebut.
(Red.)

No comments