Diduga Anggaran Sarpras dan Pengembangan Perpustakaan "Hanya di Atas Kertas", Kondisi SDN Sanding 1 Memprihatinkan, Dinas Pendidikan Diminta Audit Menyeluruh
Serang – Dugaan pengelolaan anggaran sarana dan prasarana (sarpras) serta pengembangan perpustakaan di SDN Sanding 1, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, menjadi sorotan. Kondisi fisik sekolah yang rusak dan minim perawatan menimbulkan pertanyaan masyarakat mengenai realisasi anggaran yang setiap tahun disimpan melalui dana operasional sekolah.
Hasil investigasi awak media pada Senin (6/7/2026) menemukan berbagai kerusakan yang dinilai tidak mencerminkan adanya pemeliharaan rutin. Plafon di sejumlah ruangan tampak jebol, genteng berlubang, cat dinding kusam dan mengelupas, serta fasilitas WC terlihat tidak terawat. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap kenyamanan dan keselamatan proses belajar mengajar.
Tak hanya itu, bangunan perpustakaan juga tampak memprihatinkan. Pada bagian cor atap terlihat mengelupas hingga menampilkan tampilan bata dan besi cor. Dinding dipenuhi jamur, cat memudar, serta bangunan terlihat kumuh. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas penggunaan anggaran pengembangan perpustakaan yang setiap tahun tercatat.
Berdasarkan data yang dihimpun, SDN Sanding 1 pada tahun 2024 mengalokasikan anggaran penyediaan sarana dan prasarana sebesar Rp11.552.000 pada Tahap I dan Rp31.162.900 pada Tahap II.
Sementara pada tahun 2025, anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana kembali meliputi sebesar Rp8.052.000 pada Tahap I dan Rp42.391.472 pada Tahap II.
Selain itu, untuk program pengembangan perpustakaan, pada tahun 2024 tercatat anggaran sebesar Rp11.612.400 pada Tahap I dan Rp12.614.700 pada Tahap II. Sedangkan pada tahun 2025 dialokasikan kembali sebesar Rp8.933.300 pada Tahap I dan Rp10.541.800 pada Tahap II.
Besarnya alokasi anggaran tersebut dinilai belum sesuai dengan kondisi nyata yang ditemukan di lapangan. Oleh karena itu, muncul dugaan bahwa sebagian penggunaan anggaran perlu ditelusuri dan dioperasikan lebih lanjut. Dugaan tersebut memerlukan pemeriksaan oleh pihak yang berwenang dan belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran.
Masyarakat meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Serang, Inspektorat Kabupaten Serang, serta aparat pengawas internal pemerintah segera melakukan audit dan pengecekan langsung terhadap realisasi anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana serta pengembangan perpustakaan di SDN Sanding 1. Pemeriksaan yang transparan dinilai penting untuk memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
Apabila hasil pemeriksaan nantinya menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara laporan penggunaan anggaran dengan kondisi riil di lapangan, maka pihak-pihak yang bertanggung jawab diharapkan memprosesnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SDN Sanding 1 belum memberikan keterangan atau tanggapan resmi terkait kondisi sekolah maupun dugaan pengelolaan anggaran tersebut.

No comments