Wagub Banten Dorong HIPMI Menjadi Lokomotif Wirausaha dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah
SERANG – Wakil Gubernur Banten, Rachanto Soni, menekankan pentingnya peran Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) sebagai rumah besar lahirnya wirausaha muda sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan melalui berbagai tulisan yang dibacakan oleh perwakilan Wakil Gubernur Banten dalam kegiatan Rapat Kerja Daerah Pendidikan dan Pelatihan Daerah serta Forum Bisnis Daerah HIPMI Provinsi Banten.
Dalam berbagai hal tersebut, disampaikan permohonan maaf karena Wakil Gubernur Banten tidak dapat hadir secara langsung.
“Sebenarnya Pak Wagub sudah dalam perjalanan, namun karena suatu dan hal lain, beliau mewakilkan kepada saya untuk menyampaikan berbagai hal tertulis ini.
Mudah-mudahan hal tersebut tidak mengurangi kekhidmatan acara kita pada hari ini,” ujar perwakilan Wagub saat membuka Acara.
Acara tersebut juga turut menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah HIPMI, di antaranya perwakilan BPP HIPMI, Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Ketua BPD HIPMI Banten, Ketua Dewan Pembina BPD HIPMI Banten, para mantan Ketua Umum BPD HIPMI Banten, senior HIPMI, serta jajaran pengurus HIPMI dari berbagai daerah.
Mengawali Perayaannya, Wakil Gubernur Banten menyampaikan rasa syukur ke hadirat Allah SWT atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengajak seluruh hadirin untuk terus mempererat silaturahmi dan kolaborasi antar pengusaha muda.
“Pemerintah Provinsi Banten bersama HIPMI Banten memiliki peran strategis sebagai rumah besar lahirnya wirausaha muda. HIPMI diharapkan menjadi motor penggerak kewirausahaan serta lokomotif ekonomi daerah,” ujar Wagub dalam tertulis Berbagainya.
Wagub berharap melalui rapat kerja dan forum bisnis ini akan lahir program-program strategi HIPMI Banten yang berdampak nyata, membuka peluang kerja sama yang produktif, serta berkelanjutan bagi kemajuan ekonomi daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga mengungkapkan capaian pertumbuhan positif ekonomi Provinsi Banten berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS). Pada triwulan pertama tahun ini, perekonomian Banten tumbuh sebesar 5,64 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional.
“Capaian ini patut kita syukuri dan menjadi sinyal kuat bahwa perekonomian Banten terus tumbuh dan bergerak ke arah yang positif,” ungkapnya.
Menariknya, terjadi pergeseran sektor dengan pertumbuhan tertinggi. Pada triwulan pertama, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,88 persen, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai sekitar Rp11,50 triliun atau 25 persen.
Meski demikian, sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar PDRB Banten, yakni sebesar 30,08 persen dengan nilai kontribusi mencapai Rp74,20 triliun. Hal ini menegaskan bahwa sektor primer dan pengolahan industri tetap menjadi fondasi penting bagi ketahanan perekonomian daerah.
Wakil Gubernur Banten juga menekankan pentingnya pengembangan usaha tambah dan industri kreatif yang terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran berbasis digital.
“Ada peluang besar terbuka bagi anak-anak muda Banten dan para pengusaha muda untuk mengembangkan komoditas pangan, membangun ekosistem pangan yang efisien, serta mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah tinggi,” jelasnya.
Ia mendorong agar hasil pertanian tidak hanya dijual sebagai komoditas mentah, tetapi diolah menjadi produk olahan, kuliner, dan produk bermerek yang memiliki daya saing, serta dipasarkan melalui platform digital untuk memperluas jaringan pasar.
“Dengan semangat kewirausahaan, inovasi, dan optimisme, mari kita bersama-sama membangun Banten yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” tutupnya.
Red: Yudi Ikhwan

No comments