Header Ads

Header ADS

Pengelolaan Kuliner Stadion Maulana Yusuf Dinilai Semrawut, Pengurus Paguyuban Diduga Kuasai Lebih dari Satu Lapak

 


Serang – Pengelolaan area kuliner di kawasan Stadion Maulana Yusuf kembali menuai sorotan. Sejumlah pedagang menilai tata kelola lapak tidak berjalan sesuai kesepakatan awal dan cenderung tidak merata.


Para pedagang menyampaikan bahwa sebelumnya konsep yang disepakati untuk sebagian pedagang kuliner adalah sistem take away tanpa penyediaan kursi dan meja. Skema tersebut dimaksudkan agar pengunjung tidak terpusat di satu titik dan perputaran pembeli bisa menjangkau seluruh area, termasuk pedagang yang berada di bagian belakang stadion.


Namun dalam praktiknya, beberapa pedagang kuliner justru memasang kursi dan meja untuk makan di tempat. Kondisi ini, menurut pedagang kopi yang berada di belakang area, berdampak langsung pada penurunan jumlah pembeli.


“Kami di belakang jadi sepi karena pengunjung lebih banyak berkumpul di depan yang pakai kursi. Padahal awalnya konsepnya take away,” ujar salah satu pedagang.


Selain itu, muncul pula keluhan lain terkait dugaan adanya pengurus paguyuban yang memiliki lebih dari satu lapak. Beberapa pedagang menilai kondisi tersebut menimbulkan kesan ketimpangan dan kurangnya pemerataan kesempatan usaha bagi pedagang lain yang masih menunggu atau kesulitan mendapatkan lapak.


Para pedagang berharap pihak pengelola dan paguyuban dapat melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pendataan ulang kepemilikan lapak serta penegakan aturan yang konsisten bagi seluruh pedagang tanpa terkecuali.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak paguyuban maupun pengelola stadion terkait berbagai keluhan tersebut. Para pedagang meminta adanya dialog terbuka agar permasalahan dapat diselesaikan secara adil dan transparan demi menjaga kondusivitas serta keberlangsungan UMKM di kawasan stadion.

No comments

Powered by Blogger.