Header Ads

Header ADS

Jawab Tantangan "Oknum Humas Eksternal" Wika Kontraktor Proyek Tol Serang - Panimbang Berbuntut Aksi Kolaborasi

 




Lebak - Beredarnya tudingan dari Oknum Humas Eksternal Wika Kontraktor Cikulur, pelaksana jalan tol Serang-Panimbang di beberapa media online, yang menyebut DPP BK sebagai Oknum yang menuding pihak Wika Cikulur, kini berbuntut aksi kolaborasi. Hal ini dibenarkan Arif Hidayat,  Wakil Ketua Ormas GRIB JAYA, DPC Kabupaten Lebak. 


"Iya, tak seharusnya dia itu bertingkah congkak, dia itu ngaku Humas Eksternal, bahkan menjawab surat LSM pake WA dia pribadi, mengatasnamakan Humas Eksternal Wika Cikulur, padahal Manager PT.Wika sendiri sudah berstatement di Media Online, mereka tak pernah memerintahkan orang yang seperti itu, lalu dia itu siapa ? Berarti ada oknum di Wika Kontraktor Cikulur yang mempekerjakan Oknum Humas Eksternal tersebut" terang Arif Hidayat, Sabtu, 28 Februari 2026.



Menurutnya, selain diduga menyalahi kewenangan dengan menjawab surat LSM melalui pesan Whatsapp yang seolah pesan tersebut mewakili jawaban dari  pihak PT.WIKA Kontraktor Pelaksana Jalan Tol Serang - Panimbang, melalui isi  pesan audio, malah berujung hinaan dan intimidasi, serta tantangan dari Oknum Humas Eksternal tersebut. 


"Kami sudah dengar isi pesan audionya, silahkan dia hapus isi pesan tersebut, yang jelas semua bukti-bukti sudah mengarah pada tindakan arogansi, sepihak, dan tendensius, apalagi dia hanya sebatas Humas Eksternal, namun kelakuannya di luar aturan, seolah dia penguasa di Kabupaten Lebak, dia itu siapa, bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, hanya masyarakat biasa, Ketua Ormas, bahkan dia juga sering demo, sering komentar di media, ko dia malah terkesan merasa paling hebat, makanya kami jawab tantangan dia melalui Surat Aksi Kolaborasi ini" tambahnya. 


Lebih lanjut, Arif Hidayat menyebut, Aksi Kolaborasi ini akan digelar pada Rabu mendatang. 


"Insya Allah Rabu ini, kami menggelar kegiatan Aksi Unjuk Rasanya, mudah-mudahan semuanya berjalan lancar, meski pun dalam suasana Ramadhan, namun kritik yang sifatnya membangun, wajib disampaikan, sebab ini sebagai bahan evaluasi dan pembenahan di tubuh PT.WSP, mengingat ada beberapa permasalahan yang harus segera dibenahi" tambahnya. 


Terpisah, Judin Sutisna, Koordinator Aksi Kolaborasi menjelaskan, terdapat beberapa poin yang akan  disampaikan dalam kegiatan Aksi Unjuk Rasa, pada Rabu mendatang. 


"Ada beberapa point penting yang akan kami sampaikan, pertama soal pembelanjaan lahan di luar ketentuan, ini berhubungan dengan dugaan jumlah Anggaran, karena teknisnya diduga dilakukan langsung oleh pihak Wika Kontraktor, tanpa melibatkan pihak lain, kedua soal soal fasilitas sarana dan prasarana sosial, pendidikan, pertanian terdampak pembangunan tol, namun hingga kini belum diselesaikan, ketiga soal temuan BPK, berdasarkan LHP 2025, mencapai Rp.16 Milyar lebih, kemudian penggunaan bahan material, diduga banyak yang tidak sesuai spesifikasi teknis namun dipaksakan, seperti material tanah merah boncos, material batu, nah itu nanti kami sampaikan dalam orasi pada saat aksi" tambahnya. 


Dirinya berharap, kegiatan Aksi Kolaborasi tersebut, pihak WSP Selaku owner pembangunan jalan tol Serang-Panimbang, segera mengevaluasi kinerja Wika Kontraktor selaku pelaksana teknis pekerjaan. 


"Seharusnya pihak Wika Kontraktor, tidak alergi ketika menerima kritik dan masukan, sebab tujuannya demi pembenahan, apalagi PT.WIKA ini, sebagai perusahaan BUMN, plat merah, yang seharusnya memberikan contoh kepada pelaku usaha swasta, bukan malah sebaliknya, dan satu hal yang harus dicatat, bahwa uang yang digunakan adalah uang yang berasal dari rakyat dan akan dikembalikan lagi kepada rakyat, jadi jika uang rakyat tidak dikelola dengan baik, maka rakyat berhak mengkritisi atau mempertanyakannya, seharusnya mereka malu, bukan malah merasa bangga, dengan apa yang mereka miliki, sementara banyak pekerjaan yang dilakukan asal jadi' pungkasnya.

No comments

Powered by Blogger.