Banjir Kembali Rendam Perumahan BCP2, Warga Desa Ranjeng Keluhkan Penanganan Yang Belum Tuntas
Banjir Kembali Rendam Perumahan BCP 2, Warga Desa Ranjeng Keluhkan Penanganan yang Belum Tuntas
Kabupaten Serang – Banjir kembali melanda Perumahan BCP 2 yang berlokasi di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten. Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut, menyebabkan saluran drainase tidak mampu menampung debit air sehingga air meluap dan merendam permukiman warga.
Genangan air terlihat mengisi jalan utama perumahan hingga masuk ke sejumlah rumah warga dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 20 hingga 50 sentimeter. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, terutama anak-anak dan lansia. Sejumlah warga terpaksa mengamankan barang-barang berharga dan perabot rumah tangga ke tempat yang lebih tinggi.
Menurut keterangan warga setempat, banjir di Perumahan BCP 2 bukan kali pertama terjadi. Setiap musim hujan, kawasan tersebut kerap menjadi langganan banjir akibat buruknya sistem drainase dan pendangkalan saluran air. Warga menilai belum ada solusi permanen dari pihak terkait untuk mengatasi permasalahan tersebut.
“Banjir ini sudah sering terjadi. Setiap hujan deras pasti air naik. Kami berharap ada perhatian serius dan penanganan yang nyata, bukan hanya sementara,” ujar salah satu warga.
Selain merendam rumah, banjir juga menyebabkan arus lalu lintas di sekitar perumahan tersendat. Pengendara roda dua harus ekstra hati-hati saat melintas karena jalan tertutup air dan licin.
Warga berharap pemerintah desa, kecamatan, hingga pemerintah daerah Kabupaten Serang segera turun tangan melakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh, khususnya pada sistem drainase dan normalisasi saluran air. Mereka juga meminta adanya langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terus berulang dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, air masih menggenangi sebagian wilayah Perumahan BCP 2, sementara warga terus bersiaga mengantisipasi kemungkinan hujan susulan.
Red ( Ikhwan)

No comments